Mahasiswa PGMI Inisiasi Program GEMA “Gerakan Mengaji Ashar” di Desa Tilihuwa

Agenda Berita HMJ
Aktivitas Mahasiswa Prodi PGMI dalam Pendampingan Anak di Desa Tilihuwa

KABUPATEN GORONTALO – (10/12) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Sultan Amai Gorontalo menunjukkan kontribusi nyatanya bagi lingkungan sekitar. Melalui program pengabdian masyarakat, para mahasiswa meluncurkan  GEMA “Gerakan Mengaji Ashar” yang menyasar anak-anak usia sekolah di Desa Tilihuwa, Kecamatan Limboto.

Pemilihan Desa Tilihuwa sebagai lokasi pengabdian sangat strategis, mengingat desa ini merupakan wilayah yang terletak berdampingan langsung dengan Kampus 2 IAIN Sultan Amai Gorontalo. Program ini hadir sebagai bentuk tanggung jawab sosial kampus terhadap masyarakat tetangga terdekat.

Program “Gerakan Mengaji Ashar” ini bertujuan untuk mengisi waktu sore anak-anak dengan aktivitas yang positif dan religius. Bertempat di rumah warga, para mahasiswa PGMI membimbing anak-anak mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, perbaikan bacaan Al-Qur’an (tajwid), hingga hafalan doa-doa harian.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Karmila Iskandar, M.Pd., yang mendampingi langsung kegiatan ini, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa sebagai calon guru Madrasah Ibtidaiyah.

“Mahasiswa PGMI tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi di Desa Tilihuwa ini mereka mempraktikkan langsung ilmu pedagogik dan ilmu agama mereka. Gerakan Mengaji Ashar adalah upaya kita bersama untuk memastikan anak-anak di lingkungan sekitar kampus mendapatkan bimbingan keagamaan yang berkualitas,” ujar Karmila Iskandar, M.Pd.

Kegiatan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga Desa Tilihuwa. Para orang tua merasa terbantu dengan adanya pendampingan belajar mengaji dari mahasiswa, yang dianggap sebagai figur kakak sekaligus guru bagi anak-anak mereka.Sekretaris Program Studi PGMI, Rinaldi Datungsolang, M.Pd., menyampaikan bahwa program ini mempertegas peran IAIN Sultan Amai Gorontalo sebagai pusat pendidikan yang inklusif bagi warga sekitar.

“Tilihuwa adalah tetangga terdekat kami. Melalui Gerakan Mengaji Ashar, kami ingin keberadaan kampus 2 benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Ini juga menjadi sarana mahasiswa untuk melatih kesabaran dan keterampilan mengajar anak-anak dalam suasana informal,” ungkap Rinaldi.

Selain mengajarkan baca tulis Al-Qur’an, mahasiswa juga menyisipkan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai islami dalam setiap pertemuannya. Hal ini sejalan dengan visi prodi untuk mencetak pendidik yang memiliki integritas moral yang kuat. Diharapkan, melalui Gerakan Mengaji Ashar ini, semangat literasi Al-Qur’an di Desa Tilihuwa semakin meningkat dan hubungan harmonis antara civitas akademika IAIN Sultan Amai Gorontalo dengan masyarakat setempat tetap terjaga dengan erat.