
LIMBOTO – Sebagai bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Sultan Amai Gorontalo melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat secara serentak di tiga wilayah lintas provinsi. Kegiatan ini tersebar di tiga titik strategis, yakni Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Dengan melibatkan puluhan mahasiswa dan dosen pembimbing, pengabdian kali ini membawa misi kemanusiaan yang krusial bagi masa depan generasi muda.
Tahun ini, pengabdian masyarakat PGMI mengangkat tema yang sangat relevan dengan isu sosial kontemporer: “Peran Mahasiswa PGMI dalam Membangun Ketahanan Keluarga melalui Mitigasi Kekerasan Pada Anak Berbasis Karakter.” Melalui tema ini, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengajar di kelas, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak. Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman kepada pendidik dan siswa di sekolah mengenai cara mencegah kekerasan pada anak dengan menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Kegiatan yang dilaksanakan selama 40 hari pada bulan November – Desember 2025 ini diawali dengan agenda Perjanjian Kerjasama bersama Pemerintah Desa/Kelurahan yang menjadi lokasi pengabdian. Mahasiswa PGMI menerapkan metode pendekatan berbasis karakter untuk memperkuat ketahanan keluarga. Beberapa agenda utama dalam kegiatan ini meliputi:
- Pendampingan dalam pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal
- Pendampingan Program TPQ, PKK dan Karang Taruna
- Workshop Karakter Anak : Mengajarkan anak-anak tentang batasan diri dan perlindungan diri melalui media cerita dan permainan edukatif.
- Sosialisasi Parenting : Mengedukasi orang tua tentang pola asuh positif tanpa kekerasan
Ketua Program Studi PGMI Asriyati Nadjamuddin, M.Pd menyampaikan bahwa pemilihan lokasi di tiga kabupaten (Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Bolmut) bertujuan untuk memperluas jangkauan manfaat keberadaan kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo di tengah masyarakat pedesaan dan pesisir.
“Mahasiswa PGMI adalah calon pendidik dasar. Melalui pengabdian ini, mereka belajar bahwa tugas seorang guru bukan sekadar mengajar materi di sekolah, tetapi juga memastikan lingkungan rumah dan sosial anak mendukung tumbuh kembang mereka secara sehat dan aman,” ungkapnya.
Kehadiran mahasiswa di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara juga menjadi jembatan silaturahmi akademik lintas provinsi (Gorontalo – Sulawesi Utara), yang disambut hangat oleh pemerintah desa-kelurahan tujuan dan tokoh masyarakat setempat.
Melalui pengabdian ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif di tingkat akar rumput bahwa Ketahanan Keluarga adalah benteng utama dalam mencegah kekerasan terhadap anak. Selain itu, mahasiswa diharapkan pulang membawa pengalaman empiris tentang realitas sosial yang akan memperkaya perspektif mereka saat menjadi guru profesional nantinya.
