Tuntaskan Praktik di 8 Sekolah, 57 Mahasiswa PGMI Resmi Ditarik dari Lokasi Magang 2

Agenda Berita
Rinaldi Datungsolang, M.Pd Sekretaris Prodi PGMI bersama Kepala SDN 7 Limboto

LIMBOTO – (Kamis, 13/11) Sebanyak 57 mahasiswa Semester 5 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Sultan Amai Gorontalo resmi mengakhiri masa pengabdian mereka di sekolah mitra. Penarikan ini menandai selesainya program Magang 2 pada periode Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Limboto.

Selama masa magang, mahasiswa tidak hanya mengobservasi lingkungan sekolah, tetapi juga terlibat aktif dalam pendampingan kegiatan belajar mengajar serta administrasi persekolahan sebagai bekal menjadi pendidik profesional di masa depan. Kegiatan Magang 2 periode ini berfokus pada penguatan kolaborasi dengan beberapa sekolah di Kecamatan Limboto. Sebanyak 8 sekolah (SDN/MI) yang berlokasi tidak jauh dari kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo ini menjadi mitra strategis dalam menempa kemampuan awal pedagogik mahasiswa PGMI, yaitu : SDN 1 Limboto, SDN 2 Limboto, SDN 3 Limboto, SDN 4 Limboto, SDN 7 Limboto, SDN 21 Limboto, SDIT Lukmanul Hakim, dan MIN 1 Limboto

Proses penarikan mahasiswa dilakukan secara langsung oleh Ketua dan Sekretaris Program Studi  di masing-masing sekolah. Pihak sekolah menyambut baik kehadiran mahasiswa PGMI yang dinilai mampu beradaptasi dengan cepat dan memberikan kontribusi positif selama kegiatan berlangsung. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Sekolah SDIT Lukmanul Hakim, Ridwah H. Umar, S.Pd.I, “Sekolah kami dalam 10 tahun terakhir adalah tempat tumbuh kembang para calon-calon guru dari Prodi PGMI IAIN Sultan Amai Gorontalo dan mahasiswa sangat adaptif dengan situasi dan lingkungan yang ada di sekolah,” kata  Pak Ridwan.

Ketua Program Studi PGMI, Asriyati Nadjamuddin, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para Kepala Sekolah dan Guru Pamong yang telah membimbing mahasiswa selama masa magang.

“Magang 2 adalah jembatan bagi mahasiswa untuk mempraktikkan teori yang mereka dapatkan di bangku kuliah ke dalam realitas kelas yang sesungguhnya. Kami sangat berterima kasih kepada 8 sekolah mitra di Limboto yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa kami untuk bertumbuh,” ujar Ibu Asriyati.

Ketua Prodi PGMI Asriyati Nadjamuddin, M.Pd bersama Kepala SDN 2 Limboto

Pasca penarikan ini, 57 mahasiswa tersebut diwajibkan menyusun laporan akhir magang sebagai refleksi atas pengalaman lapangan yang mereka dapatkan. Pengalaman di sekolah-sekolah seperti SDIT Lukmanul Hakim hingga MIN Limboto diharapkan memberikan perspektif yang beragam, mulai dari sekolah negeri hingga sekolah berbasis Islam terpadu.

Sekretaris Prodi PGMI, Rinaldi Datungsolang, M.Pd., mengingatkan mahasiswa agar segera menyelesaikan urusan administrasi pasca-magang.

“Setelah penarikan ini, kami berharap mahasiswa segera merapikan data hasil observasi dan pembelajaran di lapangan untuk dipresentasikan dalam ujian laporan magang. Pengalaman di Limboto ini akan menjadi aset berharga saat mereka menempuh Magang 3 nanti,” pungkasnya.

Program Studi PGMI terus berkomitmen untuk memperkuat kemitraan dengan instansi pendidikan demi melahirkan lulusan guru MI/SD yang kompeten, kreatif, dan siap pakai.