LIMBOTO – Rutinitas akademik di lingkungan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Sultan Amai Gorontalo terus bergeliat mengikuti ritme semangat mahasiswa dalam menuntaskan studi. Dalam rekapan bagian akademik hingga 14 Januari 2026 tercatat sebanyak 40 mahasiswa telah sukses melaksanakan Seminar Proposal Skripsi pada periode semester ganjilTahun Akademik 2025-2026.
Kegiatan ini merupakan tahapan krusial bagi mahasiswa jelang tingkat akhir untuk mempresentasikan rencana penelitian mereka di hadapan dewan pembahas sebelum terjun langsung ke lapangan untuk melakukan penelitian skripsi.
Dalam periode ini, topik-topik penelitian yang diangkat oleh mahasiswa menunjukkan tren yang positif dan relevan dengan tantangan pendidikan dasar saat ini. Fokus penelitian mencakup: Inovasi media pembelajaran berbasis digital di Madrasah Ibtidaiyah, Strategi penanganan problematika belajar siswa di SD/MI, Analisis kurikulum dan metode pengajaran kreatif di sekolah dasar.
Ketua Program Studi PGMI, Asriyati Nadjamuddin, M.Pd., memberikan apresiasi atas semangat mahasiswa yang telah berhasil mencapai tahapan ini. Beliau menegaskan bahwa program studi terus berupaya memberikan pelayanan akademik terbaik agar mahasiswa dapat lulus tepat waktu dengan kualitas penelitian yang mumpuni.
“Kami terus mendorong mahasiswa untuk bergerak cepat namun tetap menjaga kualitas. Dengan terlaksananya seminar proposal bagi 40 mahasiswa ini, kami berharap mereka dapat segera melakukan perbaikan sesuai saran penguji dan langsung tancap gas melakukan penelitian,” ujar Ibu Asriyati.
Seminar proposal ini melibatkan dosen-dosen pakar di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) sebagai penguji. Selain menguji kelayakan masalah dan metodologi, para dosen juga memberikan masukan konstruktif untuk mempertajam analisis mahasiswa. Miftha Huljannah, M.Pd., selaku Sekretaris Program Studi, menambahkan bahwa administratif dan penjadwalan seminar diupayakan seefisien mungkin.
“Kami memastikan setiap mahasiswa mendapatkan hak bimbingan dan pengujian yang layak. Keberhasilan 40 mahasiswa ini diharapkan menjadi pemacu bagi mahasiswa lain yang masih dalam tahap penyusunan agar segera menyelesaikan naskah proposalnya,” tambahnya.
Pasca seminar proposal, ke-40 mahasiswa tersebut akan melanjutkan ke tahap perbaikan (revisi) dan pengurusan izin penelitian. Program Studi PGMI optimis bahwa tren positif ini akan meningkatkan angka kelulusan mahasiswa pada yudisium mendatang, sekaligus memperkaya khazanah penelitian di bidang pendidikan guru SD/MI.
