
Limboto – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Sultan Amai Gorontalo kembali menyelenggarakan tahapan penting dalam perjalanan akademik mahasiswa tingkat akhir. Tercatat hingga Kamis, 08 Januari 2026 sebanyak 42 mahasiswa telah resmi mengikuti dan menyelesaikan Ujian Komprehensif sebagai syarat mutlak sebelum melangkah ke tahap ujian skripsi (munaqasyah) Semester Ganjil 2025/2026.
Ujian ini dirancang untuk menguji penguasaan wawasan mahasiswa secara menyeluruh, mencakup kompetensi pedagogik, keislaman, serta keahlian khusus di bidang keguruan sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah yang telah dipelajari selama masa perkuliahan.

Dalam ujian komprehensif ini, mahasiswa menghadapi dewan penguji yang terdiri dari dosen-dosen pakar di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Materi ujian difokuskan pada tiga pilar utama : Materi Kependidikan yaitu Penguasaan metode mengajar, psikologi perkembangan, dan manajemen kelas di tingkat SD/MI. Materi Ke-PGMI-an terkait pemahaman terhadap kurikulum dan karakteristik mata pelajaran di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Dan Wawasan Keislaman yang menguji Penguasaan dasar-dasar agama yang menjadi ciri khas alumni dari IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Ketua Program Studi PGMI, Asriyati Nadjamuddin, M.Pd., menyatakan bahwa ujian komprehensif merupakan standar penjaminan mutu lulusan agar lulusan nanti siap menjadi calon guru profesional.
“Ujian ini adalah tolak ukur sejauh mana mahasiswa menyerap ilmu selama tujuh semester terakhir. Kami ingin memastikan bahwa 42 mahasiswa ini tidak hanya siap secara naskah skripsi, tetapi juga siap secara mental dan keilmuan saat menyandang gelar sarjana nanti,” ungkap Ibu Asriyati.

Beliau juga menambahkan bahwa bagi mahasiswa yang dinyatakan lulus ujian komprehensif, mereka dapat langsung mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian munaqasyah atau sidang skripsi jika penelitian mereka telah rampung dan disetujui pembimbing.
Sekretaris Program Studi, Miftha Huljannah, M.Pd., yang memantau langsung jalannya ujian, memberikan apresiasi atas kesiapan para mahasiswa.
“Dari 42 mahasiswa yang mengikuti ujian periode ini, kami melihat antusiasme dan penguasaan materi yang cukup baik. Kami berharap hasil ujian ini menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk segera menuntaskan revisi skripsi dan segera meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd),” ujar Ibu Miftha.
Dengan terlaksananya ujian ini, Program Studi PGMI terus berkomitmen menjaga ritme kelulusan mahasiswa agar tetap tepat waktu tanpa mengurangi standar kualitas kompetensi yang ditetapkan oleh institusi.
