
LIMBOTO – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Sultan Amai Gorontalo kembali menggelar prosesi Yudisium Sarjana Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 pada Senin (26/01). Dari total lulusan yang dikukuhkan, Prodi PGMI menyumbangkan 47 sarjana lulusan baru yang siap terjun mengabdi di dunia pendidikan dasar. Menariknya, terdapat tiga mahasiswa PGMI yang berhasil menuntaskan studi dalam waktu sangat singkat, yakni 3 tahun 5 bulan, serta meraih predikat Pujian (Cumlaude), yaitu Fransisca Y. Ahmad, Umaiyah S. Launan dan Nurain Wantu.
Sekretaris Prodi PGMI Miftha Huljannah, M.Pd menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata efektivitas kurikulum dan pola pendampingan akademik yang diterapkan. “Kami sangat bangga. Lulus dalam waktu 3,5 tahun dengan predikat pujian bukanlah hal yang mudah, namun mahasiswa kami membuktikan bahwa dengan disiplin dan dukungan ekosistem akademik yang baik, target tersebut bisa dicapai,” ujarnya.
Keberhasilan 47 mahasiswa PGMI pada yudisium semester ini mempertegas posisi prodi yang mampu menjaga keseimbangan antara kuantitas lulusan dan kualitas kompetensi. Pencapaian tiga mahasiswa yang lulus lebih cepat ini diharapkan menjadi inspirasi dan benchmark bagi mahasiswa tingkat bawah untuk menyelesaikan studi tepat waktu tanpa mengurangi kualitas riset skripsi.

Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Prof. Dr. Arten Mobonggi, M.Pd juga memberikan apresiasi tinggi kepada Prodi PGMI. Konsistensi prodi dalam mengawal masa studi mahasiswa dianggap sebagai kontribusi besar bagi pencapaian akreditasi institusi dan fakultas menuju unggul berkelanjutan. “Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan akademik terbaik demi melahirkan sarjana-sarjana yang tidak hanya cakap secara teori, namun juga tangguh dalam implementasi di lapangan”, tegas Arten dalam arahan Dekanat.

Menurut Ketua Program Studi Asriyati Nadjamuddin, M.Pd bahwa yudisium kali ini bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan pesan kuat bagi seluruh civitas akademika bahwa lulus tepat waktu dengan hasil gemilang adalah hal yang sangat mungkin diraih. Ke-47 lulusan ini diharapkan menjadi duta bagi IAIN Sultan Amai Gorontalo di tengah masyarakat, membawa semangat moderasi beragama dan profesionalisme pendidik.
Dengan dikukuhkannya 47 sarjana baru ini, PGMI IAIN Sultan Amai Gorontalo kembali memperkuat jaringannya dalam mencetak guru SD/MI yang profesional, berkarakter, dan berdaya saing global. Acara yang berlangsung di Aula FITK Kampus 2 IAIN Sultan Amai Gorontalo ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan penghargaan bagi lulusan terbaik dari masing-masing jurusan dan program studi.
