GORONTALO UTARA – (15/12) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Sultan Amai Gorontalo melakukan aksi nyata peduli lingkungan dan ekonomi keluarga melalui peluncuran gerakan “Desa Hijau Rempah”. Program ini dilaksanakan di Desa Monggupo, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat tahun 2025. Gerakan ini merupakan bentuk kolaborasi antara mahasiswa PGMI dengan warga setempat dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah agar lebih produktif sekaligus menciptakan lingkungan desa yang asri.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa bersama warga menanam berbagai jenis tanaman rempah, seperti bawang, jahe, kunyit, lengkuas, serai, dan lainnya. Pemilihan tanaman rempah didasari oleh fungsinya yang sangat vital bagi kebutuhan dapur sehari-hari serta memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Koordinator kegiatan pengabdian Fransisca Y. Ahmad menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kemandirian pangan dari tingkat keluarga. “Kami ingin mengajak warga melihat potensi di depan mata, yaitu halaman rumah sendiri. Dengan ‘Desa Hijau Rempah’, ibu-ibu tidak perlu lagi membeli bumbu dapur jauh ke pasar, dan jika hasilnya melimpah, ini bisa menjadi tambahan penghasilan bagi warga desa,” ungkapnya.
Kegiatan penanaman ini tidak hanya sebatas memindahkan bibit ke tanah, namun sarana penguatan dalam membangun hubungan sosial dengan masyarakat. Kolaborasi ini disambut hangat oleh warga Desa Monggupo yang turut serta memboyong peralatan kebun dan bergotong-royong bersama mahasiswa. Dosen Pembimbing Lapangan, Sabrina Nadjib Mohamad, M.Kes., memberikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa dalam memilih program pengabdian yang menyentuh langsung aspek kesejahteraan warga.
“Ini adalah wujud dari ekoliterasi yang nyata. Mahasiswa PGMI belajar bagaimana bersosialisasi dan memberikan dampak bagi masyarakat. Desa Monggupo menjadi saksi bahwa mahasiswa kita peduli terhadap kelestarian alam dan ketahanan keluarga,” tutur Sabrina.
Kepala Desa Monggupo, Harto Pulumoduyo,S.IP menambahkan bahwa kegiatan di Atinggola ini sangat penting bagi pembentukan karakter mahasiswa.
“Turun langsung ke pekarangan warga melatih empati dan kemampuan komunikasi sosial mahasiswa. Calon guru harus memiliki jiwa pengabdian yang tinggi dan mampu menjadi pelopor kebaikan di mana pun mereka ditempatkan nantinya. Kami mengapresiasi penuh inisiasi dan kolaborasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa ini, dengan harapan dapat memotivasi warga dalam memanfaatkan lahan pekarangan di rumah masing-masing,
” jelas Harto.
Melalui gerakan “Desa Hijau Rempah” ini, diharapkan Desa Monggupo dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Gorontalo Utara dalam pemanfaatan lahan sempit menjadi kawasan hijau yang bernilai ekonomis.
